Kamis, 20 Juli 2017

SAYANG

Malam sayang
Tidakkah kau bertanya kabarku
Kupikir tidak perlu
Aku disini baik-baik saja kok
Masih seperti kemarin
Gadis ceria di matamu
Tapi sayang
Di surat ini aku ingin jujur
Aku merindukanmu
aku takut mengatakan ini kepadamu
bahwa, aku rindu membohongimu
tidakkah kamu ingin melihatku tersenyum
aku juga rindu tersenyum
hari ini aku cukup banyak mengeluarkan air mata
aku ingin kau menemuiku
paling tidak menelponku
untuk tau aku masih tersenyum
dan itu senyum palsu sayang
satu lagi sayang hanya teman.

Share:

Sabtu, 24 Oktober 2015

Akan Rindu

Mungkin ini tak seberapa
Tapi tak terpaksa
Mungkin ini bukan segalanya
Tapi pertemuan kita berharga
Kau bagaikan angin
Tak menyentuh tapi terasa
Mengapa angin berlalu begitu saja?
Akankah ia akan melupakanku semudah itu pula?
Mungkin dengan kenangan ini
Angin selalu mengingatku ya?
Aku akan berharap kedatanganmu
Merindukan kesejukanmu
Terimakasih sudah temaniku walau bisa di hitung waktu

Share:

Sabtu, 30 Mei 2015

PENARI



Lenggokan tubuh seirama gending jawi
Kibasan lembut slendangmu sirnakan luka hati
Jari-jemari gemulai beraksi
Dengan hati suci, luluhkan hati
Gerakanmu mengalun syahdu
Menentramkan kalbu
Menarilah! di panggung waktu yang terburu
Silaukan anak negeri dengan parasmu
Tuturkan elok tari di taman gersang ini
Riuhkan kembali seyum  penikmat seni



Coretan 280515
Share:

Kamis, 26 Februari 2015

KELIRU


Dahsyatnya berkahmu
di tengah mimpi kami
Kau tak berhenti memberi


setiap langit menjerit
hatiku terpekik
berasa sedang tercekik

Pohon besar berlambaian
Tumbang bertindihan
disaksikan angin kencang

Hamba masih berlindung?; tanyaku
ku dengar banyak yg mendengkur
nyaman di atas kasur

Tertunduk malu
ku pikir hari itu
tak perlu penantian waktu

ma'af hamba keliru
kejebak liku haru
dahsyat berkah di tempat saudaraku; pikirku

 0.45 26/02/2015
Share:

Rabu, 12 November 2014

Gundah malam

Malam ini aku tidak keluar malam, karena itu larangan yg harus tidak di laksanakan di keluarga kecilku.
Bukan hanya malam ini sebenarnya, melainkan stiap malam.
Sampai sudah terbiasa tak pernah merasakan angin malam seperti anak muda sekarang.
Namun aku tak pernah merasa kesepian, sebab melihat senyum mereka saja aku udah merasa senang.
Malam yg sangat dingin ini kita berkumpul di ruang tengah, di depan sebuah TV duduk diam dan dua cangkir kopi yg menatap riang. 
Pandangan ku hanya ke TV yg melihat tajam heran kepada kita yg dari tadi tidak mengeluarkan sepatah kata. Diam dan diam, smakin hening menggigilkan badan ku yg mungil.
Keluarga yang jarang tertawa setiap tidak ada tangisan balita, batinku.

Ku seruput secangkir kopi putih, lalu aku beranikan bertanya kpda Ayahku, berharap tidak ada kebisuan. Telingaku tak melewatkan satu kata jawaban Ayah ku.
Jawaban Ayah buatku senang, ia mengijinkanku masuk ke sekolah pilihanku. Senengnya tidak dijawab kebisuan, dan di izinkan masuk ke sekolah impian. Dua prmohonanku malam ini di kabulkan Tuhan.
Namun kebahagiaan ku itu tak berlarut panjang, hanya hitungan menit hilang setelah Bunda ku tak mengizinkan ku malah menyuruh ku masuk ke sekolah kejuruan yg sangat aku hindari.
Sekolah yang tidak menuntut melanjutkan ke universitas tapi menjajikan sebuah pekerjaan.
Lalu buat apa semua rencana mereka yg dulu pernah di katakan, yg telah buat ku semangat belajar sampai sekarang.
Ternyata perdebatan kelit yg menjawab satu kalimat pertanyaan. Semua impian ku tergoncang.
Harapan ku itu musnah, semangat ku seketika hilang, semakin bimbang, menurut atau menentang. Mungkin ini tidak pernah terfikirkan oleh anak muda sekarang yg otak nya di penuhi kebahagiaan malam. Berbeda dengan aku yg malah melupakan angin malam tpi mencari bintang malam.
Inginku teriak kencang
biarkan bintang heran n bermunculan
temani aku menentukan pilihan
agar aku tidak tersesat menempuh jalan
yg kelak menentukan kesuksesan atau pengangguran
sayag tak ada bintang yg kasihan
melihat jiwa yg kegelisahan
hanya angin yg berhembus kencang
membuyarkan serpihan-serpihan impian..
 Tuhan aku hanya mampu bersabar menanti jawaban DariMu, tak dapat ku tentang keinginan Bunda ku tersayang. Semua telah Kau rencanakan yang terbaik untukku.
akan ku mulai prjalanan ini
walau tak pasti dimana perahu berhenti
berbekal tujuan dan harapan
namun bukan hanya ambisi
jika takdir tak searah dengan jalan mu
ma'af kan aku..
pasti satu tujuan denganmu
dengan arah jalan ku
akan berhenti di takdirku
yg telah di tentukan Tuhanku.


                                                                 Coretan 13112014
                                                    



Share:

Minggu, 26 Oktober 2014

Dimana Jati Diri Hamba

 

Seperti apa jati diri hamba

Kemana hamba harus mencarinya

Dimana letak nya

Mengenal diriku saja sulit kurasa

Bodoh nya hamba

Sekarang hanya raga tak bernyawa

Penuh dosa berlipat ganda

Hidup hanya berlabuh tanpa tujuan

Menikmati Fana nya kenikmatan

Yang kekal hamba hiraukan

Sekarang hamba kebingungan

Mencari jati diri yg hilang.

Share:

Jumat, 24 Oktober 2014

Senja Kejam

Senja muncul tiba-tiba
Menggantikan biru muda surga
Sore ini aku membenci senja
Senja minggat begitu saja
Tanpa sadar mengembat bunga jiwa 
Senja kejam buat ku sembuh dari amnesia
Senja tega biarkan jiwa tak bermakna
Sekarang jiwa ku hampa
Karena senja langit berganti background nya
Nyata nya jadi biru tua
Sedangkan jiwa berkata indah sebelum nya
Membuat ku berpikir manula
Sebab yang muda di embat senja
Berlinang air mata ku saksikan senja
Kejam nya mereka seolah senja
Terserah sikap mereka melampiaskan ke jiwa yang hampa
Padahal sudah amnesia dengan kejam nya mereka
Senja kejam buat ku sembuh dari amnesia

                                                       24012014 SoreKu
Share:

Kamis, 23 Oktober 2014

Iri Kecurangan

Mendadak jadi hitam. Semua yang ku lihat hanya tembok berwarna hitam. Tempat ini berputar-putar, aduh membuat aku kliengan. Kenapa tidak ada orang disini? Kemana kalian?. Aku berteriak tapi kenapa tidak ada yang mendengar.
Sepertinya aku tertidur sebelum di dongengkan.
Aku ingin bangun dari tidur ini, tapi susah aku lakukan. Kucoba membuka mata ini perlahan-lahan, putih gelap remang-remang, hanya dapat di tangkap oleh mata tanpa mampu di terjemahkan
Bangun vilda bangunn, kenapa kamu ini?? Sepertinya aku mendengar suara yang memanggilku, siapa dia? Siapa orang yang menemaniku disini? Byarr.. seperti kilatan cahaya yang menyambar, ohh ternyata aku sudah sadar. Sepertinya ini UKS, benar! Kenapa aku ada disini, tanyaku dalam hati.
“syukur, kamu sadar Vill. Kamu tadi kenapa?” tanya Sari sahabat karibku.
“memang aku kenapa? Kok tiba-tiba aku di ruang ini sarr?” semakin aku bingung, ternyata temanku tidak mengetahui sebab aku pingsan. Kukira aku di lempar bola basket sekolahan, jika benar pasti temanku mengetahui itu. Tapi bukan, lalu apa dong yang membuat aku tiba-tiba tidak sadar.
“Loe tadi lari ke kelas gue, belum sempet cerita loe udeh nangis duluan, yaudah gue biarin elu nangis di pundak gue dulu ehh malah elo tiba-tiba jatuh ke belakang. Cerita dong! Kenapa sih loe?” Sari semakin penasaran. Jelas aku jawab dengan kebingungan, aku aja semakin pusing tambah pusing mencari alasan yang benar.
“Eng.. eng enggak papa kog sar, gue tadi cuma kurang sehat aja, thanks ya udah perhatian sm gue” jawabku terbata-bata namun tanpa timbul kecurigaan.
          
             Absen 28 hasil sembilan puluh, 29 hasil tujuh puluh delapan. Absen 29 itu absenku sedangkan 28 absen temanku yang cerdik menipu pengawas ruangan. Suara lantang guru mapel bahasa indonesia.
Duuarrrr !! seperti abis di bom atom, hancur berantakan, berkeping-keping, bahkan hanya menyisakan debu doang. Tanpa pasang kuping lagi, aku langsung pamit keluar.
Mamah papah maaf aku mengecawakan kalian, hikss hikss.. maaf aku tidak bisa maksimal, nilai-nilai ku tidak seperti yang kalian inginkan hikhikhikkk.
Mahh pahh aku iri dengan mereka, mereka mendapat nilai memuaskan tanpa memanfaatkan otak nya, sedangkan aku bersusah payah mengingat hasil belajarku, siang, malam, fajar malah tidak dapat nilai yang memuaskan. 

             Aku lari dengan tangisan mencari pundak untuk ku berbagi beban, dan sahabat karibku Sari yang rela meminjamkan pundaknya untukku bebani. Tapi aku balas dengan kedustaan, maaf kawan itu sebenarnya yang membuatku tak sadar, aku tak mampu ungkapkan itu hanya memalukan ku. Mungkin kapan-kapan aku akan jujur tentang keberhasilan mereka kawan.
Share:

Rabu, 22 Oktober 2014

BODOH

Bodoh! aku harus memulai darimanaa? kenapa tidak seperti biasa, ide bisa mengalir begitu saja.
kenapa malam ini gw bodohh! satu huruf saja sulit rasanya, apa lg satu kata? satu kalimat? satu paragraf?
aarghh ada apa! sepertinya otak ini lagi buntu, di padati setan-setan malam yg sedang berpesta.
Inginku menulis sebuah karya pertama, tapi apa? hanya bisa menghina diri ini yg begitu bodohh! lalu buat apa, motivasi-motivasi yg telah gue dpt dari mereka. sudah gue berusaha menyuruh otak ini bekerja, tapi tidak dapat apa-apa.
Ya akhirnya gw tulis aja, apa kata setan-setan yg sedang berpesta di kepala.
Gue tetap berusaha agar mreka tidak memasuki hati gue, karena di situ ada semangat yg berkobar seperti rumah yg terbakar.
"Heh jangan kau lanjutkan! mending kau keluar mencari udara segar, atau sekedar jalan-jalan keluar kamar" kata setan yg berusaha membujuk saya.
Ingin ku berbalik dari depan kertas maya di monitor laptop, dan menuruti kata setan yg sedang bersahabat dengan saya. arghh! otak tak berguna! mending cari hiburan di ramai nya malam.
Do you want the changes to document? tidak ku sengaja tiba-tiba muncul sederet kalimat di atas kertas maya. No! jari ini mengeklik dua huruf itu.
Tanpa berlama-lama ku tutup laptop tanpa cara seperti biasa, mungkin ini ajaran setan yg baru bersahabat. Cetett.. mereka berhasil membujukku dengan rayuan singkat seprti itu.
"heii kembali kepadaku, elus aku dengan kasih sayangmu, sentuh aku dengan niat di hatimu! jgn kau buang motivasi yg pernah menyemangatimu, semudah itu kau mencacimaki dirimu, apa kamu amnesia? lupa dengan impianmu?" mungkin hanya malam ini benda mati yg bicara padaku.
Aku mulai berfikir jernih kembali, ku urungkan niatku menuruti kata teman baruku. Kubuka kembali benda mati yg bicara padaku, maaf aku lalai kepada Tuhanku, sampai menjadikan nya teman di malam kelam. Aku mulai mengasah pikiran, ku coba tulis satu persatu kata, kususun menjadi kalimat yg tak bermakna. Karena kutau hasil pertama tidak mungkin sempurna.
            Sekarang setan tak lagi sahabatku melainkan musuhku, baru kusadari itu. Mereka begitu cerdik membujukku.

Cerita pertama yang ku tulis dengan hati yang berkeceruak, di temani pikiran yang tak mudah ku pahami seperti biasa. Beberapa kalimat tentang orang bodoh yang di perdaya setan di malam kelam.


                             
                            22102014 MALAM NILAM
Share:

Nelayan datang

Aku seperti anak kecil baru berlatih berjalan

butuh pembimbing yg tak hanya sabar,


Jika aku belum berdiri 


Dia berbisik di depan ada hiu besar


pasti aku akan ketakutan


lalu gimana aku mulai belajar


haruskah merangkak terus-terusan?


Tapi ombak datang membawa nelayan


Ia menipuku dengan hasil tangkapannya yg besar


Berbagai jenis tangkapan ia tunjukkan


Agar aku mau mengikuti arahan yg di berikan


Tapi harapan tak secepat ombak yg datang


Aku harus tetap membayar dengan niat yang besar.




Motivasi 22102014
Share:

Senin, 20 Oktober 2014