Rabu, 22 Oktober 2014

BODOH

Bodoh! aku harus memulai darimanaa? kenapa tidak seperti biasa, ide bisa mengalir begitu saja.
kenapa malam ini gw bodohh! satu huruf saja sulit rasanya, apa lg satu kata? satu kalimat? satu paragraf?
aarghh ada apa! sepertinya otak ini lagi buntu, di padati setan-setan malam yg sedang berpesta.
Inginku menulis sebuah karya pertama, tapi apa? hanya bisa menghina diri ini yg begitu bodohh! lalu buat apa, motivasi-motivasi yg telah gue dpt dari mereka. sudah gue berusaha menyuruh otak ini bekerja, tapi tidak dapat apa-apa.
Ya akhirnya gw tulis aja, apa kata setan-setan yg sedang berpesta di kepala.
Gue tetap berusaha agar mreka tidak memasuki hati gue, karena di situ ada semangat yg berkobar seperti rumah yg terbakar.
"Heh jangan kau lanjutkan! mending kau keluar mencari udara segar, atau sekedar jalan-jalan keluar kamar" kata setan yg berusaha membujuk saya.
Ingin ku berbalik dari depan kertas maya di monitor laptop, dan menuruti kata setan yg sedang bersahabat dengan saya. arghh! otak tak berguna! mending cari hiburan di ramai nya malam.
Do you want the changes to document? tidak ku sengaja tiba-tiba muncul sederet kalimat di atas kertas maya. No! jari ini mengeklik dua huruf itu.
Tanpa berlama-lama ku tutup laptop tanpa cara seperti biasa, mungkin ini ajaran setan yg baru bersahabat. Cetett.. mereka berhasil membujukku dengan rayuan singkat seprti itu.
"heii kembali kepadaku, elus aku dengan kasih sayangmu, sentuh aku dengan niat di hatimu! jgn kau buang motivasi yg pernah menyemangatimu, semudah itu kau mencacimaki dirimu, apa kamu amnesia? lupa dengan impianmu?" mungkin hanya malam ini benda mati yg bicara padaku.
Aku mulai berfikir jernih kembali, ku urungkan niatku menuruti kata teman baruku. Kubuka kembali benda mati yg bicara padaku, maaf aku lalai kepada Tuhanku, sampai menjadikan nya teman di malam kelam. Aku mulai mengasah pikiran, ku coba tulis satu persatu kata, kususun menjadi kalimat yg tak bermakna. Karena kutau hasil pertama tidak mungkin sempurna.
            Sekarang setan tak lagi sahabatku melainkan musuhku, baru kusadari itu. Mereka begitu cerdik membujukku.

Cerita pertama yang ku tulis dengan hati yang berkeceruak, di temani pikiran yang tak mudah ku pahami seperti biasa. Beberapa kalimat tentang orang bodoh yang di perdaya setan di malam kelam.


                             
                            22102014 MALAM NILAM
Share:

0 komentar:

Posting Komentar