Terbaring di bawah penerangan yang remang-remang,
dengan menatap jendela yang menembus ke sinar rembulan.
Gadis manis yg biasa di panggil Gita ini hidup sebatang kara,
ia tinggal bersama ibunya di kampung yg kecil,
di ayomi gubuk kecil yg tak layak di huni manusia.
Di tengah malam Gita melayang dg angan teringat kejadian tadi siang.
"heei anak muda! berbahagialah sekarang, karena tidak lama keperawananmu akan hilang" orang separuh baya menghampirinya yg duduk di pinggir sungai.
"siang pak! apa maksudmu ngomong seperti itu? aku tidak mengerti sama sekali. dan siapa anda inii?"
apa maksud bapak-bapak tadii? memang aku hidup sengsara, tapi aku tidak haus akan kebahagiaan yg sementara. Aku juga tidak akan lupa wejangan ayah saya.
'Jika ayah sudah tidak ada, bahagiakan ayah disana. Raih kebahagiaan hidupmu! jangan tinggalkan ibumu jika kau belum hidup merdeka'.
tesss.. cairan bening keluar dr kelopak matanya, ia teringat kalimat terakhir dari ayah nya tapi lebih sakit ia mengingat kalimat bapak tua tadii.
"hahaha santaii saja anak muda! aku ini orang terpercaya, semua orang mengakui omongan saya sllu terbukti. Lihat saja nanti.. kau akan cepat meninggalkan keluargamu! hahahaaa"
aku semakin tak paham! tiba tiba ia datang tanpa asal dan pergi tanpa pamitan. Apalagi meninggalkan pesan yg tak jelas maknanya.
Perasan Gita semakin tak karuan. Apa benarr? aarrghhh! coba kau malam ini datang akan kutimpuk kau dengan beribu pertanyaan:((
TIDAKK!!
akan kubuktikan seperti apa masa depan yg telah tuhan rencanakan. Pasti kau tak benarr! omong kosong!! mungkin kau hanya rintangan dalam beribu cobaan.
Aku sekarang paham.
Kau hanya batuan yg begitu besar
menghalangi ku kedepan.
Masa depanku masih panjang
aku akan merubah nasib yg begitu malang
aku akan perang melawan cobaan
hanya dengan ibundaku tersayang.
hmmmm.. jika peperangan sudah saya menangkan
Dan wejangan sudah saya laksanakan.
Semua kesengsaraan berubah menjadi kebahgiaan.
18102014.
0 komentar:
Posting Komentar