Minggu, 26 Oktober 2014
Jumat, 24 Oktober 2014
Senja Kejam
Senja muncul
tiba-tiba
Menggantikan biru
muda surga
Sore ini aku
membenci senja
Senja minggat
begitu saja
Tanpa sadar
mengembat bunga jiwa
Senja kejam buat
ku sembuh dari amnesia
Senja tega
biarkan jiwa tak bermakna
Sekarang jiwa ku
hampa
Karena senja langit
berganti background nya
Nyata nya jadi
biru tua
Sedangkan jiwa
berkata indah sebelum nya
Membuat ku
berpikir manula
Sebab yang muda
di embat senja
Berlinang air
mata ku saksikan senja
Kejam nya mereka
seolah senja
Terserah sikap
mereka melampiaskan ke jiwa yang hampa
Padahal sudah
amnesia dengan kejam nya mereka
Senja kejam buat
ku sembuh dari amnesia
24012014 SoreKu
Kamis, 23 Oktober 2014
Iri Kecurangan
Mendadak jadi hitam. Semua yang ku lihat hanya tembok berwarna hitam. Tempat
ini berputar-putar, aduh membuat aku kliengan.
Kenapa tidak ada orang disini? Kemana kalian?. Aku berteriak tapi kenapa
tidak ada yang mendengar.
Sepertinya aku tertidur
sebelum di dongengkan.
Aku ingin bangun
dari tidur ini, tapi susah aku lakukan. Kucoba membuka mata ini perlahan-lahan,
putih gelap remang-remang, hanya dapat di tangkap oleh mata tanpa mampu di terjemahkan
Bangun vilda
bangunn, kenapa kamu ini?? Sepertinya aku mendengar suara yang memanggilku,
siapa dia? Siapa orang yang menemaniku disini? Byarr.. seperti kilatan
cahaya yang menyambar, ohh ternyata aku sudah sadar. Sepertinya ini UKS, benar! Kenapa aku
ada disini, tanyaku dalam hati.
“syukur, kamu
sadar Vill. Kamu tadi kenapa?” tanya Sari sahabat karibku.
“memang aku
kenapa? Kok tiba-tiba aku di ruang ini sarr?” semakin aku bingung, ternyata
temanku tidak mengetahui sebab aku pingsan. Kukira aku di lempar bola basket
sekolahan, jika benar pasti temanku mengetahui itu. Tapi bukan, lalu apa dong
yang membuat aku tiba-tiba tidak sadar.
“Loe tadi lari ke
kelas gue, belum sempet cerita loe udeh nangis duluan, yaudah gue biarin elu
nangis di pundak gue dulu ehh malah elo tiba-tiba jatuh ke belakang. Cerita dong!
Kenapa sih loe?” Sari semakin penasaran. Jelas aku jawab dengan kebingungan, aku aja semakin pusing tambah pusing mencari alasan yang benar.
“Eng.. eng enggak
papa kog sar, gue tadi cuma kurang sehat aja, thanks ya udah perhatian sm gue” jawabku terbata-bata namun tanpa timbul kecurigaan.
Absen 28 hasil sembilan puluh, 29 hasil tujuh puluh delapan. Absen 29 itu absenku sedangkan 28 absen temanku yang cerdik menipu pengawas ruangan. Suara lantang guru mapel bahasa indonesia.
Duuarrrr !! seperti abis di bom atom, hancur
berantakan, berkeping-keping, bahkan hanya menyisakan debu doang. Tanpa pasang
kuping lagi, aku langsung pamit keluar.
Mamah papah maaf aku mengecawakan kalian, hikss
hikss.. maaf aku tidak bisa maksimal, nilai-nilai
ku tidak seperti yang kalian inginkan hikhikhikkk.
Mahh pahh aku iri dengan mereka, mereka mendapat
nilai memuaskan tanpa memanfaatkan otak nya, sedangkan aku bersusah payah
mengingat hasil belajarku, siang, malam, fajar malah tidak dapat nilai yang
memuaskan.
Aku lari dengan tangisan mencari pundak untuk ku
berbagi beban, dan sahabat karibku Sari yang rela meminjamkan pundaknya untukku
bebani. Tapi aku balas dengan kedustaan, maaf kawan itu sebenarnya yang
membuatku tak sadar, aku tak mampu ungkapkan itu hanya memalukan ku. Mungkin kapan-kapan
aku akan jujur tentang keberhasilan mereka kawan.
Rabu, 22 Oktober 2014
BODOH
Bodoh! aku harus memulai
darimanaa? kenapa tidak seperti biasa, ide bisa mengalir begitu saja.
kenapa malam ini gw bodohh! satu huruf saja sulit rasanya,
apa lg satu kata? satu kalimat? satu paragraf?
aarghh ada apa! sepertinya otak ini lagi buntu, di padati
setan-setan malam yg sedang berpesta.
Inginku menulis sebuah karya pertama, tapi apa? hanya bisa
menghina diri ini yg begitu bodohh! lalu buat apa, motivasi-motivasi yg telah
gue dpt dari mereka. sudah gue berusaha menyuruh otak ini bekerja, tapi tidak dapat
apa-apa.
Ya akhirnya gw tulis aja, apa
kata setan-setan yg sedang berpesta di kepala.
Gue tetap berusaha agar mreka tidak memasuki hati gue,
karena di situ ada semangat yg berkobar seperti rumah yg terbakar.
"Heh jangan kau lanjutkan! mending kau keluar mencari
udara segar, atau sekedar jalan-jalan keluar kamar" kata setan yg berusaha
membujuk saya.
Ingin ku berbalik dari depan kertas maya di monitor laptop,
dan menuruti kata setan yg sedang bersahabat dengan saya. arghh! otak tak
berguna! mending cari hiburan di ramai nya malam.
Do you want the changes to document? tidak ku sengaja
tiba-tiba muncul sederet kalimat di atas kertas maya. No! jari ini mengeklik
dua huruf itu.
Tanpa berlama-lama ku tutup laptop tanpa cara seperti biasa,
mungkin ini ajaran setan yg baru bersahabat. Cetett.. mereka berhasil
membujukku dengan rayuan singkat seprti itu.
"heii kembali kepadaku, elus aku dengan kasih sayangmu,
sentuh aku dengan niat di hatimu! jgn kau buang motivasi yg pernah
menyemangatimu, semudah itu kau mencacimaki dirimu, apa kamu amnesia? lupa
dengan impianmu?" mungkin hanya malam ini benda mati yg bicara padaku.
Aku mulai berfikir jernih kembali, ku urungkan niatku
menuruti kata teman baruku. Kubuka kembali benda mati yg bicara padaku, maaf
aku lalai kepada Tuhanku, sampai menjadikan nya teman di malam kelam. Aku mulai
mengasah pikiran, ku coba tulis satu persatu kata, kususun menjadi kalimat yg
tak bermakna. Karena kutau hasil pertama tidak mungkin sempurna.
Sekarang
setan tak lagi sahabatku melainkan musuhku, baru kusadari itu. Mereka begitu
cerdik membujukku.
Cerita pertama yang ku tulis dengan hati yang berkeceruak,
di temani pikiran yang tak mudah ku pahami seperti biasa. Beberapa kalimat
tentang orang bodoh yang di perdaya setan di malam kelam.
22102014 MALAM NILAM
22102014 MALAM NILAM
Nelayan datang
Aku seperti anak kecil baru berlatih berjalan
butuh pembimbing yg tak hanya sabar,
Jika aku belum berdiri
Dia berbisik di depan ada hiu besar
pasti aku akan ketakutan
lalu gimana aku mulai belajar
haruskah merangkak terus-terusan?
Tapi ombak datang membawa nelayan
Ia menipuku dengan hasil tangkapannya yg besar
Berbagai jenis tangkapan ia tunjukkan
Agar aku mau mengikuti arahan yg di berikan
Tapi harapan tak secepat ombak yg datang
Aku harus tetap membayar dengan niat yang besar.
butuh pembimbing yg tak hanya sabar,
Jika aku belum berdiri
Dia berbisik di depan ada hiu besar
pasti aku akan ketakutan
lalu gimana aku mulai belajar
haruskah merangkak terus-terusan?
Tapi ombak datang membawa nelayan
Ia menipuku dengan hasil tangkapannya yg besar
Berbagai jenis tangkapan ia tunjukkan
Agar aku mau mengikuti arahan yg di berikan
Tapi harapan tak secepat ombak yg datang
Aku harus tetap membayar dengan niat yang besar.
Motivasi 22102014
Senin, 20 Oktober 2014
Jaman Edan
Peraturan banyak di terapkan
Banyak juga yang tidak dilaksanakan
Kaum Adam semakin tak kenal aturan
Kaum Hawa semakin brutal
Memang benar sekarang di namakan JAMAN EDAN
Minggu, 19 Oktober 2014
Kaya Iman
Coba kita fikirkan,
betapa nispa nya orang pinggiran,
hidup yg tak pernah kecukupan,
makan saja kadang kadang,
kadang sehari juga tidak makan,
tidur tidak pernah nyaman,
di emperan toko mereka menfaatkan untuk terlelap sebentar,
ada juga yg di kolong jembatan,
di samping sampah-sampah rakyat yg tidak berperi kemanusiaan.
Namun orang pinggiran slalu mendekat kepada tuhan,
di tempat seperti apapun mereka sempatkan melaksanakan kewajiban,
dg alas kardus yg tak layak di gunakan,
apa daya kita? Hidup yg berkecukupan,
Teduh dan nyaman di gubuk yg besar
tidak pernah kepanasan apalgi kehujanan.
Tapii..
tidak pernah bersyukur!
hanya mengeluh meminta tanpa berdo'a
Mendekat kepadaNya pun kalau sudah akut kejiwaan,
iya atau bukan? Masih ada di antara kita yg tak sempat ingat kepada Tuhan,
beda sama orang pinggiran,
Mereka Kere harta tapi Kaya Iman.
betapa nispa nya orang pinggiran,
hidup yg tak pernah kecukupan,
makan saja kadang kadang,
kadang sehari juga tidak makan,
tidur tidak pernah nyaman,
di emperan toko mereka menfaatkan untuk terlelap sebentar,
ada juga yg di kolong jembatan,
di samping sampah-sampah rakyat yg tidak berperi kemanusiaan.
Namun orang pinggiran slalu mendekat kepada tuhan,
di tempat seperti apapun mereka sempatkan melaksanakan kewajiban,
dg alas kardus yg tak layak di gunakan,
apa daya kita? Hidup yg berkecukupan,
Teduh dan nyaman di gubuk yg besar
tidak pernah kepanasan apalgi kehujanan.
Tapii..
tidak pernah bersyukur!
hanya mengeluh meminta tanpa berdo'a
Mendekat kepadaNya pun kalau sudah akut kejiwaan,
iya atau bukan? Masih ada di antara kita yg tak sempat ingat kepada Tuhan,
beda sama orang pinggiran,
Mereka Kere harta tapi Kaya Iman.
Musuh Ku
Kamu begitu jujur mengatakan kesalahanku,
kamu juga yg terkadang membuatku malu,
lagi lagi kamu yg membuatku diejek teman-temanku,
Disaat aku sendiri menyepi,
aku teringat kenanganmu,
kenangan yg bisa membuat ku gila,
Gila? krna di saat itu mata ku mengalirkan air mata
di saat itu pula aku bisa senyum di tengah tangis
semakin ku kesana aku tambah gilaa
mungkin depresi di sebutnya,
jika orang melihatku tanpa bertanya
mungkin aku di kira orang gila
Arghh.. kau pantas ku sebut dengan MUSUH
MUSUH yg menjadi kan ku BENAR
karena kamu yg membuatku tahu dimana kesalahan
membuatku memulai membenahi kesalahan yg dulu,
Kau musuh yg memotivasiku
Kau musuh yg menginspirasiku,
Kau berguna untukku,
Karena kau MASA LALU ku
Tak perlu aku malu karena Mu.
kamu juga yg terkadang membuatku malu,
lagi lagi kamu yg membuatku diejek teman-temanku,
Disaat aku sendiri menyepi,
aku teringat kenanganmu,
kenangan yg bisa membuat ku gila,
Gila? krna di saat itu mata ku mengalirkan air mata
di saat itu pula aku bisa senyum di tengah tangis
semakin ku kesana aku tambah gilaa
mungkin depresi di sebutnya,
jika orang melihatku tanpa bertanya
mungkin aku di kira orang gila
Arghh.. kau pantas ku sebut dengan MUSUH
MUSUH yg menjadi kan ku BENAR
karena kamu yg membuatku tahu dimana kesalahan
membuatku memulai membenahi kesalahan yg dulu,
Kau musuh yg memotivasiku
Kau musuh yg menginspirasiku,
Kau berguna untukku,
Karena kau MASA LALU ku
Tak perlu aku malu karena Mu.
Sabtu, 18 Oktober 2014
Suram
Dulu masih kecil
yang diinginkan hanya melawan kebenaran
kecil seperti kerikil belum tahu apa itu kebodohan
belum paham mana yg kejam, kasar, dan suram
detik, jam, hari, minggu dan bulan berlalu
yang diinginkan hanya melawan kebenaran
kecil seperti kerikil belum tahu apa itu kebodohan
belum paham mana yg kejam, kasar, dan suram
detik, jam, hari, minggu dan bulan berlalu
dengan tokoh yg tak hanya satu
Ia menghembuskan nafas bersama orang-orang nakal
lalu bersama melewati jalan buntu yg mereka tembus dg kedustaan
Tapi cukup satu orang yg sudah sadar,
lalu bersama melewati jalan buntu yg mereka tembus dg kedustaan
Tapi cukup satu orang yg sudah sadar,
ntah apa yg ia pikirkan,
yg dulunya gerhana sekarang menjadi purnama,
berusaha menjadi sempurna.
Sifatmu sekeras Katamu
Heran ku kepadamu,
sosok panutan yg sudah tak dewasa
mengapa kau bangga dg sifat burukmu?
ada seseorang yg syang kpdamu,
sllu memperhatikanmu,
dan menuruti apa katamu.
ia tak sngaja mengkritikmu.
Tapi apa! Kau lempar dengan kerasnya Katamu "ya seperti ini aku! Dr dulu yg kaya' gini, km it yg trllu keras hati!!"
hmmm.. Betapa sakitnya anak belia yg pikiran nya sdh dwasa.
Apa km tetap membiarkan kehidupanmu yg direncakanNYA untukmu bahagia, malah sifatmu sendiri yg membuatmu menderita?
Kata-katamu seperti batu, ingin ku tak mengenalmu tp takdir ku hrus menemanimu.
Sedih seorang belia itu.
Sifatmu keras seperti Kata-katamu..
sosok panutan yg sudah tak dewasa
mengapa kau bangga dg sifat burukmu?
ada seseorang yg syang kpdamu,
sllu memperhatikanmu,
dan menuruti apa katamu.
ia tak sngaja mengkritikmu.
Tapi apa! Kau lempar dengan kerasnya Katamu "ya seperti ini aku! Dr dulu yg kaya' gini, km it yg trllu keras hati!!"
hmmm.. Betapa sakitnya anak belia yg pikiran nya sdh dwasa.
Apa km tetap membiarkan kehidupanmu yg direncakanNYA untukmu bahagia, malah sifatmu sendiri yg membuatmu menderita?
Kata-katamu seperti batu, ingin ku tak mengenalmu tp takdir ku hrus menemanimu.
Sedih seorang belia itu.
Sifatmu keras seperti Kata-katamu..
Ingin Terbaik
Aku ingin menjadi impian
yang selalu di banggakan
Tuhan berikan aku jalan..
Jangan KAU biarkan hambamu sendirian
aku ini makhluk mungil yg kesepian, tapi penuh harapan
Tuhan.. jadikan harapan ku menjadi kenyataan
walau badai pasir yg kau berikan
aku akan tetap berjalan
karena makhluk mungilmu ini ingin menjadi sosok impian.
yang selalu di banggakan
Tuhan berikan aku jalan..
Jangan KAU biarkan hambamu sendirian
aku ini makhluk mungil yg kesepian, tapi penuh harapan
Tuhan.. jadikan harapan ku menjadi kenyataan
walau badai pasir yg kau berikan
aku akan tetap berjalan
karena makhluk mungilmu ini ingin menjadi sosok impian.
Jumat, 17 Oktober 2014
Wejangan
Terbaring di bawah penerangan yang remang-remang,
dengan menatap jendela yang menembus ke sinar rembulan.
Gadis manis yg biasa di panggil Gita ini hidup sebatang kara,
ia tinggal bersama ibunya di kampung yg kecil,
di ayomi gubuk kecil yg tak layak di huni manusia.
Di tengah malam Gita melayang dg angan teringat kejadian tadi siang.
"heei anak muda! berbahagialah sekarang, karena tidak lama keperawananmu akan hilang" orang separuh baya menghampirinya yg duduk di pinggir sungai.
"siang pak! apa maksudmu ngomong seperti itu? aku tidak mengerti sama sekali. dan siapa anda inii?"
apa maksud bapak-bapak tadii? memang aku hidup sengsara, tapi aku tidak haus akan kebahagiaan yg sementara. Aku juga tidak akan lupa wejangan ayah saya.
'Jika ayah sudah tidak ada, bahagiakan ayah disana. Raih kebahagiaan hidupmu! jangan tinggalkan ibumu jika kau belum hidup merdeka'.
tesss.. cairan bening keluar dr kelopak matanya, ia teringat kalimat terakhir dari ayah nya tapi lebih sakit ia mengingat kalimat bapak tua tadii.
"hahaha santaii saja anak muda! aku ini orang terpercaya, semua orang mengakui omongan saya sllu terbukti. Lihat saja nanti.. kau akan cepat meninggalkan keluargamu! hahahaaa"
aku semakin tak paham! tiba tiba ia datang tanpa asal dan pergi tanpa pamitan. Apalagi meninggalkan pesan yg tak jelas maknanya.
Perasan Gita semakin tak karuan. Apa benarr? aarrghhh! coba kau malam ini datang akan kutimpuk kau dengan beribu pertanyaan:((
TIDAKK!!
akan kubuktikan seperti apa masa depan yg telah tuhan rencanakan. Pasti kau tak benarr! omong kosong!! mungkin kau hanya rintangan dalam beribu cobaan.
Aku sekarang paham.
Kau hanya batuan yg begitu besar
menghalangi ku kedepan.
Masa depanku masih panjang
aku akan merubah nasib yg begitu malang
aku akan perang melawan cobaan
hanya dengan ibundaku tersayang.
hmmmm.. jika peperangan sudah saya menangkan
Dan wejangan sudah saya laksanakan.
Semua kesengsaraan berubah menjadi kebahgiaan.
18102014.
dengan menatap jendela yang menembus ke sinar rembulan.
Gadis manis yg biasa di panggil Gita ini hidup sebatang kara,
ia tinggal bersama ibunya di kampung yg kecil,
di ayomi gubuk kecil yg tak layak di huni manusia.
Di tengah malam Gita melayang dg angan teringat kejadian tadi siang.
"heei anak muda! berbahagialah sekarang, karena tidak lama keperawananmu akan hilang" orang separuh baya menghampirinya yg duduk di pinggir sungai.
"siang pak! apa maksudmu ngomong seperti itu? aku tidak mengerti sama sekali. dan siapa anda inii?"
apa maksud bapak-bapak tadii? memang aku hidup sengsara, tapi aku tidak haus akan kebahagiaan yg sementara. Aku juga tidak akan lupa wejangan ayah saya.
'Jika ayah sudah tidak ada, bahagiakan ayah disana. Raih kebahagiaan hidupmu! jangan tinggalkan ibumu jika kau belum hidup merdeka'.
tesss.. cairan bening keluar dr kelopak matanya, ia teringat kalimat terakhir dari ayah nya tapi lebih sakit ia mengingat kalimat bapak tua tadii.
"hahaha santaii saja anak muda! aku ini orang terpercaya, semua orang mengakui omongan saya sllu terbukti. Lihat saja nanti.. kau akan cepat meninggalkan keluargamu! hahahaaa"
aku semakin tak paham! tiba tiba ia datang tanpa asal dan pergi tanpa pamitan. Apalagi meninggalkan pesan yg tak jelas maknanya.
Perasan Gita semakin tak karuan. Apa benarr? aarrghhh! coba kau malam ini datang akan kutimpuk kau dengan beribu pertanyaan:((
TIDAKK!!
akan kubuktikan seperti apa masa depan yg telah tuhan rencanakan. Pasti kau tak benarr! omong kosong!! mungkin kau hanya rintangan dalam beribu cobaan.
Aku sekarang paham.
Kau hanya batuan yg begitu besar
menghalangi ku kedepan.
Masa depanku masih panjang
aku akan merubah nasib yg begitu malang
aku akan perang melawan cobaan
hanya dengan ibundaku tersayang.
hmmmm.. jika peperangan sudah saya menangkan
Dan wejangan sudah saya laksanakan.
Semua kesengsaraan berubah menjadi kebahgiaan.
18102014.